Sepotong Hati Yang Baru

RM40.00

In stock

Kita hanya punya sepotong hati, bukan? Satu-satunya.

Lantas bagaimana kalau hati itu terluka? Disakiti justru oleh orang yang kita cintai? Aduh, apakah kita bisa mengobatinya? Apakah luka itu bisa pulih, tanpa bekas? Atau jangan-jangan, kita harus menggantinya dengan sepotong hati yang baru?

Lantas, apakah tetap cinta namanya meski telah kehilangan kepercayaan dan komitmen? Apakah kita bersedia mengorbankan cinta demi kepentingan yang lebih besar, atau tetap dengan ego demi kebahagiaan sendiri? Ada banyak pertanyaan tentang sepotong hati ini.

Semoga datanglah pemahaman baik itu. Bahwa semua pengalaman cinta dan perasaan adalah spesial. Sama spesialnya dengan milik kita. Tidak peduli sesederhana apa pun itu, sepanjang dibungkus dengan pemahaman-pemahaman yang baik.

Selamat membaca cerita-cerita Sepotong Hati yang Baru.

Compare
Categories: , , ,

Kita hanya punya sepotong hati, bukan? Satu-satunya.

Lantas bagaimana kalau hati itu terluka? Disakiti justeru oleh orang yang kita cintai? Aduh, apakah kita bisa mengobatinya? Apakah luka itu bisa pulih, tanpa bekas? Atau jangan-jangan, kita harus menggantinya dengan sepotong hati yang baru.

Semoga datanglah pemahaman baik itu. Bahwa semua pengalaman cinta dan perasaan adalah spesial. Sama spesialnya dengan milik kita, tidak peduli sesederhana apapun itu, sepanjang dibungkus dengan pemahaman-pemahaman baik.

Selamat membaca cerita-cerita Sepotong Hati Yang Baru.

+++

Tere Liye selalu bisa merangkai kata indah yang memberikan tentang pembelajaran hidup melalui tulisan-tulisanya yang tidak hanya melulu tentang cinta. —Nuning, Pelajar SMAN 84 Jakarta

Buku tere liye ini, meski tidak berbau agama, membuatmu ingin bersegera menjadi pribadi yang baik dan tulus. Must read! — Azka Mahira, Mahasiswa

Mau berakhir tragis, bahagia atau menggantung sekalipun, setiap cerita tentang cinta selalu ada hikmah yang bisa kita ambil. Buktinya ada pada buku yang satu ini. Selamat terinsipirasi! — Agung Pujia, Karyawan Swasta

Harus dibaca para “galauers” biar bisa paham bagaimana me-manage sebuah perasaan dengan baik. — Heny Yuniarti, mahasiswa ITS-

Cocok dibaca oleh remaja. Di masa transisi ini kita seakan dibawa ke dunia penuh rasa yang ‘berbeda’ -Reyza Meilani, Pelajar SMAN 20 Bandung

Be the first to review “Sepotong Hati Yang Baru”

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Reviews

There are no reviews yet.

Main Menu