Merantau Ke Deli

RM30.00

In stock

Untuk novel ini, Hamka memilih untuk bercerita tentang cinta lelaki yang merantau, dan setianya seorang perempuan yang tidak dipandang darjat keturunannya.

Pada ketika perempuan yang setia itu sudah bahagia, lelaki yang dikasihinya perlu memilih antara dia dan darjat keturunan.

Apa akhirnya perempuan setia itu? Apa jadinya kepada lelaki yang terpaksa memilih?

Compare
Categories: , , ,

Ketika Karcis Kereta Api telah dibelinya, tiba-tiba muncullah Suyono dan Poniem di stasiun. Leman dan anak istrinya telah berada didalam kereta api. Dengan cepat datanglah Suyono dan Poeniem kedekat mereka, mengulurkan tangan untuk bermaafan pula. Ketika Poniem menjabat tangan Mariatun, dan Suyono menjabat tangan Leman, sama-sama kelihatan suatu perasaan yang membendung hati dalam dada yang sesak, tetapi ditekan keras. Ketika akan turun, dan kondektur telah memberi ingat bahwa kereat akan berangkat dan disebutkannya stasiun-stasiun tempat berhenti, Leman mengulurkan kepalanya dari jendela. Waktu itulah Poniem menggegamkan sehelai uang kertas ke tangan anak yang dalam pangkuan Mariatun itu.

Pluit kondektur berbunyi, pengantar-pengantar turunlah kebawah, dan dengan berangsur-angsur, perlahan mulanya, kencang dan bertambah kencang, kereta apipun keluarlah dari stasiun. Suyono melambaikan tangan dan senyum tapi air matanya menggelanggang. Poniem menggigit ujung selendangnya menahan tangis, melihat kereta api bertambah jauh

Be the first to review “Merantau Ke Deli”

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Reviews

There are no reviews yet.

Main Menu