Menunggu Beduk Berbunyi

RM25.00

In stock

Ada 2 koleksi cerpen HAMKA dalam buku ini :

Dijemput Mamaknya : Musa dari Minang membawa isterinya ke Medan kerana kemiskinan. Tapi di rantau juga Musa kurang beruntung. Akhirnya ninik-mamak memaksa Ramah pulang ke Minang.

Menunggu Beduk Berbunyi : Sharif pegawai negeri. Waktu revolusi bekerja pada musuh. Waktu revolusi menang, Sharif menyesal, di pulau dan hidupnya kosong.

Compare
Categories: , , ,

Tuan Sharif terpaksa bekerja untuk Belanda karena tuntutan ekonomi kebutuhan keluarga. Demi kehidupan yang layak untuk keluarganya dia pada akhirnya menjadi seorang Federalist orang yang dibenci para pejuang kemerdekaan. Lebih dari itu tidak hanya masyarakat yang membenci anak yang sangat dicintainya pun ikut membenci dirinya. Sharif sudah terperosok ke lubang yang begitu dalam. Dia sudah pasrah dengan keterpurukan dan tekanan batin. Di saat seperti itu menunggu beduk berbunyilah yang kembali menyadarkan dirinya akan makna hidup. Berlatar belakang masa penjajahan dan kemerdekaan Hamka berhasil dengan apik menggelontorkan alur cerita ini dengan baik dan menarik sehingga seakan-akan kita kembali ke suasana era perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

Be the first to review “Menunggu Beduk Berbunyi”

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Reviews

There are no reviews yet.

Main Menu