Lembaga Hidup

RM45.00

In stock

Tatkala masa dahulu, jatuhlah zat air kejadian kita, bercampur dari sulbi ayah dengan taraib bonda. Bermula dengan segumpal air, sehinggalah menjadi segumpal daging.

Telah cukup sejak dalam rahim bonda, garis tulisan hidup yang akan dilalui. Rezeki telah tersedia. Ajal telah tertentu. Amal usaha telah terbentang. Celaka ataupun bahagia telah mesti bertemu. Naik ataupun turun telah ada di hadapan pintu hidup.

Maka dalam kandungan ibu itulah tercipta ‘Lembaga Hidup’ itu. Lembaga yang akan dituangkan seketika kita telah lahir ke dunia kelak.

Janganlah lembaga tinggal lembaga, dan kita tidak berusaha menuangnya.

Compare
Categories: , , ,

Garis perjalanan hidup setiap manusia telah ditetapkan sejak dalam kandungan. Rezeki telah tersedia. Ajal telah tentu. Amal usaha telah terbentang. Inilah “Lembaga Hidup”. Tuangan yang berbentuk menurut barang-barang yang dicita-citakan akan tercipta setelah bahan-bahannya dituangkan ke dalamnya.
Melalui buku ini, Buya Hamka mengajak kita untuk berikhtiar menuang lembaga hidup kita masing-masing dengan berbagai kewajiban sesuai tuntunan Islam dan tidak membiarkannya menjadi sebatas lembaga. “Marilah berusaha, moga-moga sesuailah usaha kita dengan ketentuan yang telah disediakan Tuhan buat kita,” nasihat Buya.

Di buku ketiga seri Mutiara Falsafah Buya Hamka ini ragam kewajiban diuraikan, mulai kewajiban kepada diri pribadi, keluarga, masyarakat, ilmu pengetahuan, tanah air, politik, hingga harta benda. Dan, di atas semua itu, diuraikan juga kewajiban yang terpenting; kewajiban kepada Allah swt.

Be the first to review “Lembaga Hidup”

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Reviews

There are no reviews yet.

Main Menu