• Arah Musim

    Arah Musim adalah buku ke-5 karya Kurniawan Gunadi setelah Hujan Matahari, Lautan Langit, Menentukan Arah, Bertumbuh, dan Never Ending Hijrah (kolaborasi). Arah Musim berisi kumpulan cerita.

    Buku yang berkisah tentang banyak sudut pandang dalam hidup. Menampilkan banyak cuplikan adegan kehidupan yang jarang dimaknai. Melihat lebih dalam memalui perasaan-perasaan manusia. Melihat lebih jauh melalui kekhawatiran, harapan, dan ketakutan manusia.

    Arah Musim

    RM40.00
  • Love and Happiness

    Aku memutuskan untuk memberikan suara pada hidupku. Semua hal tentangnya: air mata, rasa sakit, dan hikmah yang kudapat. Hal-hal yang kulihat, kupelajari, dan kuperoleh sepanjang perjalanan kehidupanku perlu suara.

    Aku ingin memberikan balasan atas apa yang kudapat selama ini dengan harapan bisa membantu diriku dan orang lain untuk tetap bertahan.

    Namun, ini bukan hanya tentang bertahan semata. Aku tak ingin orang hanya berusaha bertahan dalam badai kehidupan mereka. Aku ingin mereka bertahan dan mengangkasa dalam badai kehidupan mereka.

    Aku menulis karena, seperti saat kita jatuh dalam hidup, kita juga akan bangkit lagi. Begitulah dunia ini. Hidup tak pernah hanya memberi satu jalan untuk ditapaki.

    Memang, ada rasa sakit. Ya. Dan kehilangan. Bahkan kegelapan. Tetapi, cahaya akan selalu ada. Harapan. Dan keindahan.

    Dan, akan ada cinta dan bahagia.

    Penulis : Yasmin Mogahed.

    Buku terjemahan ke bahasa Indonesia.

  • Mengheningkan Cinta

    Perkenalkan, namaku Sunyi.

    Teman-teman menganggapku pendiam.

    Mungkin karena ketika tak larut dalam ramai,

    aku bisa bertemu dan mengenal diriku sendiri.

    Berbicara dengan Sunyi kerap menjadi kebiasaanku. Tak hanya ketika tiba-tiba merasa sedih, ingin menangis, merasa sendirian kesepian, atau tiba-tiba ingin marah. Aku juga berbicara padanya ketika aku punya segudang pertanyaan. Karena terkadang orang yang aku anggap pintar pun tak bisa menjawabnya.

    Apakah yang sebaiknya aku lakukan saat perasaan itu datang? Mengapa ketika aku berusaha tak memikirkannya, bahkan menganggapnya sebagai hal yang remeh, perasaan itu mungkin malah menguat dan kian mengganggu?

    Di sini, aku berusaha menuliskan kembali semua perbincanganku bersama Sunyi. Perbincangan yang menjawab banyak pertanyaan. Perbincangan yang menemani perjalanan untuk tetap bahagia di tengah ketidaktahuan.

    Karena bersama Sunyi, aku merasa lebih nyaman dengan pola pikir “penerimaan di saat ini”. Tidak terlalu menyesal akan masa lalu yang selalu tidak memberi kabar baru. Tidak begitu bergelisah akan masa depan yang selalu menawarkan ketidakpastian. Mengalir saja bersama cinta.

    Penulis : ADJIE SANTOSOPUTRO

  • Reclaim Your Heart

    Barang siapa yang ingkar kepada thaghut dan beriman kepada Allah maka sesungguhnya dia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
    (QS Al-Baqarah [2]: 256)

    Tak bisa dimungkiri, bahwa kebahagiaan, kepuasan, dan keselamatan adalah keinginan kita semua. Sebagian orang mencarinya dalam karier. Sebagian yang lain mencarinya dalam kekayaan. Ada pula yang mencarinya dalam status. Bahkan, ada yang mencarinya dalam hubungan antarmanusia. Sayangnya, sebagian besar dari kita mencarinya demi tujuan duniawi.

    Akibatnya kita sering menemui kekecewaan dan kehilangan. Karena sifat dunia adalah fana dan tidak sempurna. Padahal, Allah menempatkan hasrat di dalam diri kita hanya bisa dipenuhi oleh sesuatu yang kekal dan sempurna. Sehingga penderitaan sering menimpa hidup kita. Semua itu, sesungguhnya disebabkan oleh satu hal dan hanya oleh satu hal: cinta terhadap dunia.
    Reclaim your heart, selain self-help, adalah panduan perjalanan hati dalam membebaskan diri dari jebakan kehidupan, untuk menemukan makna hidup sejati. Buku ini, tentang apa yang harus kita lakukan ketika terjebak dalam badai kehidupan; tentang bagaiman menjaga hati agar kita tak tenggelam dalam samudra dunia.

    Penulis : Yasmin Mogahed

    Buku edisi terjemahan bahasa Indonesia.

  • Sahaja Aku Menjadi Imam

    Buat mereka yang mencari motivasi diri, bacalah buku ini.

    Penulis membincangkan aspek

    • Tips bagaimana untuk bangkit setelah kekecewaan yang teruk
    • Tips persiapan seorang lelaki mengejar cintanya untuk menjadi imam kepada seorang gadis
    • Pandangan berkaitan isu-isu utama yang melatari kehidupan seorang imam masjid.

    Penulis : Andi Muhamad

  • Somalia Menangis: Kembara Tanpa Tiket Pulang

    Empat insan, empat cerita dan empat bingkisan dari hati. Buku ini adalah sebuah himpunan kisah menyentuh jiwa empat petugas Islamic Relief Malaysia (IRM) ketika melaksanakan Misi Bantuan Kemanusiaan di Mogadishu, Somalia pada 2017.

    Gabungan mereka menyingkap kehidupan di sebalik wajah-wajah di sana daripada sudut pandang pertama bergelar petugas kemanusiaan. Sewaktu berangkat, amanah mereka adalah jelas. Begitu juga tanggungjawab. Namun, sejauh mana dapat mereka rasakan beratnya kepercayaan dan peluang yang diberi? Menyaksikan sendiri bantuan sampai kepada rakyat di sana dan berusaha menyantuni sebuah negara yang sudah berpuasa berhari-hari saban tahun, disebabkan oleh kekurangan air juga sumber makanan di bulan Ramadhan, sudah tentu keadaan di sana amat menguji ketahanan. Ditambahkan lagi dengan jurang bahasa yang membuat emosi diri tertahan melalui ucapan serta perbezaan waktu yang melemahkan. Paling menguji, Mogadishu sendiri telah diisytihar antara wilayah paling berbahaya di dunia. Jadi, bagaimana mereka mengharunginya?

    Nukilan ini bukan catatan rasmi organisasi, bahkan bukan juga jurnal peribadi yang mahu dikenang sewaktu sambutan ‘World Humanitarian Day’ pada setiap 19 Ogos. Sebaliknya, ia adalah dedikasi khas buat semua penyumbang bagi tabung kemanusiaan IRM yang telah menggerakkan kerja-kerja kemanusiaan ini melalui setiap sen dan ringgit yang dihulur.

    Penulis : Haris Sharim, Zafirah Zahari, Sharmiza Husin, Zairul Zainal Abidin

  • Your Sin Is Not Greater Than God’s Mercy

    Ketika Anda lalai, bagaikan seorang penjaga yang tertidur, penjahat berhasil menyelinap masuk. Sama halnya ketika Anda lalai dan mengabaikan ajaran agama, setan berhasil memasuki hati Anda dan Anda pun berbuat kesalahan. Maka, Anda memerlukan seorang penjaga untuk bisa aman kembali dan mengunci pintu dengan lebih baik. Itulah istigfar dan tobat. Penjaga yang memperkuat pertahanan diri Anda.

    Begitulah salah satu gambaran cara Nouman Ali Khan menyampaikan dakwah Islamnya, terutama di kalangan anak-anak muda. Dia selalu menggunakan pendekatan tematis dalam menyajikan ajaran Al-Quran dengan tak lupa menyentuh isu-isu kontemporer. Konteks dengan masalah-masalah kekinian, juga membuat dakwahnya diterima luas di kalangan awam.

    Yang tak kalah penting, Nouman Ali Khan mampu meyakinkan bahwa agama adalah tempat kembali, dan Tuhan sebagai Mahacinta. Tuhan akan memaafkan kesalahan kita, asal kita mau bertobat. Jangan katakan, “Aku tidak punya harapan.” Tapi katakan, “Dosa-dosaku tidak lebih besar daripada diriku sendiri, dan lebih-lebih lagi tidak lebih besar daripada kasih sayang Allah.”

    Penulis : NOUMAN ALI KHAN.

    Buku edisi terjemahan ke bahasa Indonesia.

Main Menu