• Arah Musim

    Arah Musim adalah buku ke-5 karya Kurniawan Gunadi setelah Hujan Matahari, Lautan Langit, Menentukan Arah, Bertumbuh, dan Never Ending Hijrah (kolaborasi). Arah Musim berisi kumpulan cerita.

    Buku yang berkisah tentang banyak sudut pandang dalam hidup. Menampilkan banyak cuplikan adegan kehidupan yang jarang dimaknai. Melihat lebih dalam memalui perasaan-perasaan manusia. Melihat lebih jauh melalui kekhawatiran, harapan, dan ketakutan manusia.

    Arah Musim

    RM40.00
  • Cerita Orang-Orang Sunyi

    Cerpen berantaian tentang orang-orang sunyi yang tidak tahu di mana penamat cerita mereka berhimpun mencari cerita mereka dalam cerita orang-orang yang lain.

    Penulis : Ruhaini Matdarin

  • Cinta Menyala Di Constantinople

    Hari ini aku lihat Hagia Sophia bercahaya. Sebuah matahari jatuh di situ. Percayalah. Constantinople telah menyala – Natalya.

    Naskhah ini memuatkan sembilan buah cerpen Fahd Razy dari fasa awal penulisannya. Persembahannya rencam menjangkau nuansa kasih-romantis kepada suspens dunia pra-apokalips, bahkan turut menjelajah jauh ke ranah sejarah.

    Cinta Menyala di Constantinople adalah ungkapan rindu dua kekasih yang terpisah oleh tembok agam, sengketa empayar, dan akidah.

    Cinta yang menyala tak seharusnya membakar, tetapi mendinginkan seperti api seorang Ibrahim. Cinta seorang Ibrahim – Sarah

  • Perempuan Paling Sunyi

    Kumpulan cerpen dengan temanya merangkumi politik kerja, alam sekitar, kekeluargaan dan patriotism.

    Penulis : Rebecca Ilham

  • Pluviophile

    Pluviphile – Pencinta hujan; orang yang berjumpa ketenangan dan kebahagiaan dalam suasana hujan.

    Keindahan hidup terletak pada takdir, pertemuan tak terjangka, juga kebetulan-kebetulan tak tersangka. Seperti dibasahkan titis-titis hujan menyegarkan, setiap yang turun adalah persis persona yang datang dan pergi, memberikan kenyamanan tak terjangkaukan – sehinggakan, makna hidup menjadi semakin terang dan jelas. Di hujung gerimis, cahaya matahari pun terbit dari celah awan, menandakan betapa kita telah bertemu cahaya.

    Begitu penulis menitipkan pesan-pesan dan pengalaman yang dikutip sepanjang hidupnya, lalu digabungjalin dalam cerita-cerita pendek. Sebahagian besar inspirasinya turut terpancar daripada Hamka – maka kisah-kisahnya bukan saja berkait falsafah hidup, seputar keelokan peribadi, malah makna sebenar kebahagiaan, kehidupan dan cinta.

    Melalui kisah-kisah ini, percayalah – anda juga akan menjadi pemikir yang dalam saat melalui segala detik yang berlalu, apalagi saat hujan turun dan daun-daun luruh.

    Selamat menjadi pencinta hujan!

    Penulis : Nur Suhada

    Pluviophile

    RM25.00

Main Menu