• 4 Bulan Di Amerika Jilid 1

    Kata Hamka, beliau pergi ke negeri Arab khususnya Mekah dan Madinah untuk mencari sumber kekuatan jiwa, ke Amerika pula mencari sumber kekuatan akal. Hamka simpulkanlah maksud perjalanan itu kepada tiga perkara saja iaitu:

    1. Bagaimanakah besarnya kemungkinan manusia kepada hidup beragama, dipangkal kedua dari abad kedua puluh ini? Dan apakah peranan yang akan diambil islam dalam hal itu?

    2. Dimanakah letak tanah airku Indonesia dalam pergaulan bangsa-bangsa? Dan apakah tugasnya dalam membina dunia baru?

    3. Siapakah sebenarnya AKU ini? Dimana sebenarnya tempatku berdiri? Apakah tugasku dalam hidup?”

    Penulis : Hamka

  • 4 Bulan Di Amerika Jilid 2

    Kata Hamka, beliau pergi ke negeri Arab khususnya Mekah dan Madinah untuk mencari sumber kekuatan jiwa, ke Amerika pula mencari sumber kekuatan akal. Hamka simpulkanlah maksud perjalanan itu kepada tiga perkara saja iaitu:

    1. Bagaimanakah besarnya kemungkinan manusia kepada hidup beragama, dipangkal kedua dari abad kedua puluh ini? Dan apakah peranan yang akan diambil islam dalam hal itu?

    2. Dimanakah letak tanah airku Indonesia dalam pergaulan bangsa-bangsa? Dan apakah tugasnya dalam membina dunia baru?

    3. Siapakah sebenarnya AKU ini? Dimana sebenarnya tempatku berdiri? Apakah tugasku dalam hidup?”

    Penulis : Hamka

  • Akhlaqul Karimah

    Membahas hakikat akhlak dan bagaimana sikap seorang Muslim sejati untuk menanamkan akhlaqul karimah dalam hati.

    Tinggalkan godaan nafsumu, kerjakan kewajiban di dalam hidup, walaupun lantaran itu engkau akan menempuh kematian.

  • Angkatan baru

    “…. Pintu sengsara hanya yang akan adinda tempuh, kalau kekanda yang diturutkan. Adinda perlu gelang emas, perlu dukuh berlian, padahal sedangkan kilat kaca tak ada kanda menyimpannya. Tak usah kekanda berminyak air di hadapan adinda. Jika sentana pemuda-pemuda lain, dipakainya pakaian yang baru, walaupun pakaian yang dipinjamnya, ketika akan ziarah kerumah tunanganya, ketika dipanggil makan di bulan hari raya atau dipermanis-manisnya badan supaya kelihatan oleh mertuanya. Padahal kelak setelah bergaul, rahsia itu akan terbuka juga. Tetapi kekanda memilih sikap lain…”

    Angkatan baru

    RM25.00
  • Antara Fakta & Khayal Tuanku Rao

    “Dalam usahanya hendak membangkitkan kesan bahwa yang pahlawan-pahlawan sejati di masa perang Padri itu hanya Batak yang baru masuk Islam, sedang orang Minangkabau sendiri hanya suka duduk di rumah (TR, hal. 278), maka dikacaukannyalah sejarah yang teratur. Pengacauan itu sangat menyolok mata, dan karena tebalnya buku “Tuanku Rao” (691 halaman), banyaklah orang yang pengetahuannya tentang sejarah masih primery (masih dasar) yang tertipu lalu mempercayainya.”

    Demikianlah salah satu penilaian Buya Hamka atas buku “Tuanku Rao” yang ditulis oleh Ir. Mangaradja Onggang Parlindungan. Lewat buku Antara Fakta dan Khayal Tuanku Rao ini Hamka tidak saja mengkritik penuturan Parlindungan, tetapi juga menunjukkan fakta sejarah pembanding. Membaca buku ini, kita pun akan lebih mengetahui sejarah Islam di Indonesia, khususnya di Sumatra Barat. Dan, pada saat yang sama kita juga bisa belajar dari Buya Hamka cara menanggapi sebuah karya yang dipandang banyak mengandung kekeliruan.

  • Ayahku

    Menulis riwayat hidup Almarhum Syeikh Abdul Karim Amirullah atau Dr. H.A.K Amrullah, sama ertinya dengan menulis bagaimana pembangunan agama Islam di Minangkabau, negeri yang dikenali kerana sulitnya lantaran pembangunan agamanya dan kekerasan adatnya.

    Cuma saya harus menjaga satu perkara yang amat penting, iaitu kecintaan anak kepada ayah, sekali-sekali jangan hendaknya saya lupa akan keadilannya, sehingga saya menulis tentang kebaikannya dengan berlebih-lebihan – HAMKA.

    Inilah riwayat hidup Dr. H. Abdul Karim Amrullah, perjuangan dan pengorbanannya menegakkan syiar Islam di Sumatera.

    Ayahku

    RM48.00
  • Buya Hamka Berbicara Tentang Perempuan

    Buku ini mengangkat tema bagaimana perempuan dimuliakan dalam Islam. Dibuktikan dengan dalil Al-Quran, Hadith, Sirah Nabi dan Sahabat serta kisah generasi-generasi saleh.

    Dengan padat dan ringkas Buya HAMKA menghuraikan satu persatu persoalan dan isu yang dimainkan oleh Orientalis berkenaan isu kedudukan wanita dalam Islam. Entah bagaimana lagi harus kita sedarkan mereka yang menentang dan mereka yang tak tahu.

  • Buya Hamka Berkisah Tentang Nabi dan Rasul

    Riwayat nabi-nabi sebenarnya merupakan tamsil (ajaran) kehidupan. Perjuangannya membawa risalah kebenaran, persamaan, dan kebebasan.

    Dengan disampaikan sebagaimana Buya Hamka dahulu mengisahkannya pada penulis, anak-anak akan merasakan kedekatan dengan Buya. Seolah berjumpa langsung, men–dengar suaranya berkisah dengan kelembutan seorang kakek. Tak akan pernah bosan, meski kisah nabi-nabi ini sudah sering kali didengar sebelumnya.

  • Buya Hamka Berkisah Tentang Nabi Muhammad SAW

    Riwayat nabi-nabi sebenarnya merupakan tamsil (ajaran) kehidupan. Perjuangannya membawa risalah kebenaran, persamaan, dan kebebasan.

    Dengan disampaikan sebagaimana Buya Hamka dahulu mengisahkannya pada penulis, anak-anak akan merasakan kedekatan dengan Buya. Seolah berjumpa langsung, men–dengar suaranya berkisah dengan kelembutan seorang kakek. Tak akan pernah bosan, meski kisah nabi-nabi ini sudah sering kali didengar sebelumnya.

  • Buya Hamka Setangkai Bunga Di Taman Pujangga

    Untuk menghormati sekaligus mengabadikan kontribusi besar Buya Hamka, saya menulis dwilogi novel sejarah kehidupan beliau; Setangkai Pena di Taman Pujangga (kehidupan masa kanak-kanak, remaja, sampai usia 30 tahun) dan Serangkai Makna di Mihrab Ulama (kehidupan usia 31 tahun sampai wafat di usia 73 tahun)

  • Cinta Terkalang

    Buku ini mengisahkan perjuangan kisah cinta antara Adnan dan Syamsiah yang harus diuji dengan kehadiran seorang pemuda gagah kaya raya bernama Sutan Marah Husin.

    Syamsiah dihadapkan pada situasi yang membuatnya harus memilih. Keluarga yang terus mendesaknya untuk menikah, rasa cinta kepada Adnan yang mendalam, dan kehadiran Sutan Marah Husin terus berkecamuk dalam batin Syamsiah. Siapakan yang akan dipilih Syamsiah?

  • Dari Hati ke Hati

    Buku ini merupakan kumpulan tulisan almarhum Buya Hamka yang pernah dimuat di majalah Islam Panji Masyarakat dalam rubrik Dari Hati ke Hati selama kurun waktu 14 tahun (1967-1981).

    Dalam buku ini Hamka menyoroti segala permasalahan yang berhubungan dengan agama politik dan sosial ¬budaya—di dalamnya termasuk masalah toleransi dan kerukunan umat beragama di Indonesia—pada kurun waktu tersebut.

    Dengan membaca buku ini umat Islam diajak untuk kembali menghidupkan ghirah keislamannya mendalami Islam dengan sebenar-benarnya dan memperjuangkan Islam yang rahmatan lil ‘aalamin sampai akhir hayat serta menyadari adanya tantangan besar terhadap Islam sepanjang masa.

    Selamat membaca.

Main Menu